Senin, 05 Oktober 2015

Adanya siswa nakal alias bandel di sekolah, bukanlah masalah baru dalam pendidikan. Bahkan guru yang sudah lama mengajar menganggapnya sebagai hal biasa dalam pembelajaran. Setiap kelas pasti ada siswa nakal. Dan itu harus dihadapi dengan baik.

Tak dapat dipungkiri, adanya siswa bandel menjadi masalah tersendiri bagi sebagian guru. Yang pasti, kehadiran anak yang dianggap nakal di ruang kelas menjadi salah satu kendala dalam menjalankan proses pembelajaran. Mengapa tidak?

cara,tips,siswa,sekolah
Pembelajaran menjadi terganggu akibat ulah siswa bandel yang menunjukkan perilaku menyimpang. Tujuan pembelajaran kadang-kadang tidak tercapai. Atau materi pelajaran menjadi tidak sampai karena guru menghabiskan waktu untuk mengatasi mereka.

Menghadapi anak bandel dibutuhkan kesabaran dan ketenangan. Di samping itu juga butuh strategi atau siasat yang dapat meredam akibat perbuatan siswa bandel di kelas. Penerapan strategi ini akan membutuhkan waktu sehingga boleh jadi tujuan pembelajaran atau target kurikulum tidak tercapai.

Hal ini lebih baik daripada guru tidak sabar atas kelakuan anak. Sebab, dalam pendidikan, guru bertugas sebagai pengajar dan pendidik. Ketika menghadapi dan mengatasi masalah siswa nakal, guru akan menyediakan waktu untuk mengarahkan siswa kepada tindakan yang lebih baik. Langkah ini sesungguhnya, guru sudah menunjukkan tugas sebagai pendidik.

Guru perlu memahami dan mencari tahu mengapa siswa menjadi nakal dan suka mengganggu pembelajaran. Apakah kenakalan mereka ditunjukkan untuk semua guru di sekolah? Kalau iya, pemecahan masalah ini perlu melibatkan wali kelas dan orang tua di rumah.

Namun jika kebandelan siswa hanya pada guru tertentu saja, maka guru perlu mencari pemecahan sendiri masalahnya. Mungkin ada cara dan gaya mengajar yang memberi peluang kepada anak berpotensi nakal.

Sebagian siswa memang bangga diberi julukan atau label bandel pada dirinya. Yang lainnya justru merasa malu dan terpukul mentalnya ketika julukan itu diberikan padanya. Oleh sebab itu, tidak memberi label atau sebutan “bandel” atau “nakal” adalah langkah tepat.

Anak bandel umumnya ingin mendapat perhatian khusus dari guru. Menghadapi anak seperti ini, guru mungkin lebih baik menunjukkan perhatian lebih dengan motivasi verbal maupun non-verbal. Jika menyepelekan mereka atau menganggap sepi kehadiran mereka dalam kelas, justru akan memperbesar potensi bandel pada diri siswa tersebut. 

Minggu, 05 Juli 2015

Dream - Jonah Soewandito, bocah 11 tahun kini menjadi perbincangan publik negeri Kanguru, Australia. Dia merupakan bocah jenius dengan umur yang terbilang masih belia.
Jonah sudah mengikuti ujian akhir SMA di usia 11 tahun. Hebatnya lagi, bocah yang tinggal di Sydney itu mendapat nilai di atas 90 untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia.
Hasil ujian akhir SMA di negara bagian New South Wales yang biasa dikenal dengan nama HSC (High Schol Certificate) diumumkan minggu lalu. Berkat pencapaian itu Jonah masuk dalam daftar murid dengan prestasi tertinggi.
Secara umum, mereka yang mendapat angka di atas 90 dalam mata pelajaran yang diujikan di ujian akhir SMA, dimasukkan ke dalam golongan yang berprestasi.
Dalam laporan Sydney Morning Herald, Jonah adalah murid termuda yang ikut ujian SMA tahun ini. Dia juga menjadi salah satu murid termuda yang pernah mengikuti HSC di New South Wales.
Untuk murid seusia Jonah, 11 tahun, kebanyakan teman-temannya baru duduk di Tahun ke-6, namun Jonah sudah mengikuti pelajaran untuk murid tahun ke-12.
Dari namanya, Jonah Soewandito kemungkinan berasal dari Indonesia atau memiliki orangtua berdarah Indonesia.
Namun, pihak Sekolah Swasta Scots College enggan mengungkap identitas pelajarnya tersebut. "Yang kami tahu dia lahir di Australia," kata salah seorang guru seperti dilansir Sydney Morning Herald, akhir pekan lalu.
Menurut si guru, sejak Jonah menjadi pemberitaan di Sydney menjelang ujian beberapa bulan lalu, orangtuanya masih belum mau memberikan wawancara kepada media.
Sejak kecil bakatnya Jonah memang telah terlihat. Usia 3 tahun, ia sanggup membaca dan menulis huruf latin. Tak perlu TK, dia langsung dapat mengikuti intisari pelajaran level SD hanya dalam waktu dua tahun.
Banyak guru di tempat Jonas sekolah mengaku, baru kali ini menemui murid sejenius Jonah.
Selepas lulus SMA, Jonah ingin segera lanjut kuliah bidang kedokteran. Sekolahnya telah menghubungi Universitas Sydney membicarakan kemungkinan bocah semuda itu lanjut studi strata satu.
"Saya ingin menemukan obat kanker, karena itu salah satu penyakit paling mematikan di dunia," kata Jonah. (Ism) (sumber : dream.co.id)

Senin, 18 November 2013

RPP SD BERKARAKTER

KUMPULAN RPP SEKOLAH DASAR 

RPP DAN SILABUS KELAS 1

RPP Tematik Kelas 1 SD Bekarakter

Silabus Tematik Kelas 1 SD Berkarakter


RPP DAN SILABUS KELAS 2

RPP TEMATIK BERKARAKER SD KELAS 2

SILABUS TEMATIK Berkarakter  KELAS DUA



RPP DAN SILABUS KELAS 3

RPP TEMATIK BERKARAKTER KELAS 3 SD

SILABUS TEMATIK BERKARAKTER KELAS 3 SD

RPP DAN SILABUS BERKARAKTER KELAS 4 TERBARU

Berikut RPP Berkarakter Kelas 4 SD/MI

Silabus Berkarakter Kelas 4 SD/MI


RPP DAN SILABUS BERKARAKTER KELAS 5 TERBARU

RPP Berkarakter Kelas 5 SD
·         RPP IPS Kelas 5 SD Semester 1 
·         RPP IPS Kelas 5 SD Semester 2 
·         RPP TIK Kelas 5 SD Semester 1 
·         RPP TIK Kelas 5 SD Semester 1 
·         RPP PKn Kelas 5 SD Semester 1 
·         RPP PKn Kelas 5 SD Semester 2
Silabus Berkarakter Kelas 5 SD


RPP DAN SILABUS BERKARAKTER KELAS 6 TERBARU

RPP Berkarakter Kelas 6 SD

Silabus Berkarakter Kelas 6 SD
 Silabus Bahasa Indonesia Berkarakter Kelas 6 SD Semester 2

Ordered List

Blogger Templates

Perjalanan Waktu

Software Iklan Baris Massal

Sample Text

matemartika sma

matemartika sma
pusat matematika sma

forum komunikasi matematika

forum komunikasi matematika
forum komunikasi matematika

forum budaya jawa

forum budaya jawa
budaya jawa

pusat download

pusat download
pusat download

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Selamat Datang di Matematika Interaktif

Jumlah Pengunjung

Popular Posts

Recent Posts

Google News

Loading...

Blogger Tutorials

DAFTAR ISI